PENERAPAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI KELAS




Setelah mempelajari pemikiran KHD, saya mulai memperbaiki proses pembelajaran di kelas saya yaitu :

  1. Pembelajaran berpusat pada anak akan memandang anak dengan hormat bebas dari ikatan tidak meminta suatu hak.

  2. kelas Merdeka  memberi kesempatan kepada anak untuk menggali potensinya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat Jamanya

  3. metode among  pola asih, asah, asuh Mulai pembelajaran dengan kesepakatan kelas.  Peserta Didik di TUNTUN untuk aktif menemukan konsep dengan berbagai penelitian dan permainan Pembelajaran PJBL (Project based learning) lebih optimal

  4. Bertahap mengenalkan profil pelajar pancasila dalam setiap kegiatan pembelajaran 

Untuk mencapai itu saya melakukan pembelajaran PJBL (Projek based learning ) dalam pembelajaran IPA

Perasaan selama melakukan perubahan di kelas ?

  1. Perasaan takut apakah program akan berjalan dengan baik karena merubah kebiasaan yang selama ini diterapkan

  2. Tertantang  dengan memikirkan berbagai strategi  pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi  

  3. Tertantang untuk mengaktifkan murid dalam penelitian sederhana baik berbasis proyek 

  4. Terkejut karena mereka melebihi ekspektasi yang saya bayangkan

Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan

  1. Masih ada anak yang belum maksimal dalam melakukan praktek sehingga perlu dorongan secara personal

  2. Bagi yang kesulitan berkelompok dirumah (saat itu masih PJJ) saya ajak praktek disekolah 

Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik 

BERMAIN BERSAMA MEMBUAT PENJERNIHAN AIR

Pendekatan yang saya gunakan adalah PJBL. Menurut ahli pendekatan ini efektif untuk membangun kolaboratif, menginvestigasi permasalahan lebih mendalam apalagi jika permasalah yang kontekstual yang dihadapi anak anak setiap harinya. Menurut para ahli bahwa Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Pembelajaran berbasis proyek dapat juga dikatakan sebagai  model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. 

Dalam kelas saya membawa murid ke dunia nyata di sekitar sekolah terutama masalah lingkungan dan penangananya. Apapun materi yang saya bahas isu lingkungan menjadi topik yang dipecahkan. Seperti juga di kelas 7, materi bab 3 tentang klasifikasi materi dan perubahanya. Salah satu topik yang dibahas adalah pemisahan campuran. Materi ini menjadi topik  Projek yang akan dipecahkan bersama murid.  Langkah langkah PJBL yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

Langkah langkah

1.Pengenalan masalah (pertanyaan)

 Peserta didik, diminta untuk menginventarisir permasalah di lingkungan rumah dan sekolah yang terkait dengan larutan dan campuran.  Banyak hal yang diungkapkan oleh peserta didik umumnya terhadap makanan /minuman. Saya mencoba mengarahkan pada masalah lingkungan , salah satu peserta didik mengemukakan masalah sungai yang kotor. Karena sungai nya dekat dengan sekolah saya saja melihat sungai yang kotor. kemudian saya mengajak anak anak berdiskusi untuk mencari solusi bagaimana jika air sungai ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar terkait  berbagai cara cara memisahkan campuran yang ada di pelajaran. Saya meminta murid murid memutuskan model apa yang paling cocok dan mudah kita lakukan  untuk menghasilkan air bersih.  Murid juga ditantang untuk membuat ide alat penjernih air dari barang barang yang ada yang semurah mungkin

2. Mendesain Perencanaan proyek

Murid diminta secara berkelompok membuat rancangan desainnya . pertanyaan pematik yang saya  Alat dan bahan apa yang digunakan ,  Bagaimana susunan alat dan bahannya lalu bagaimana caranya supaya airnya bisa bersih dan bagaimana jika airnya belum bersih apa yang akan dilakukan ? gambarkan rancangan desainnya

3. Penyusun Jadwal Proyek

Murid menyusun jadwal projek yang disepakati bersama secara kelompok, kapan waktunya ? di mana tempatnya,  siapa yang akan membantunya ?

4. Pelaksanaan dan Monitoring Proyek

Murid diminta untuk melakukan proyek tersebut di rumah masing-masing dengan alat dan bahan yang ada di rumah dengan tantangan “Bagaimana supaya  air sungai yang kotor tersaring dengan baik dengan alat dan bahan yang kita miliki di rumah ?”. Dalam prosesnya sangat beragam.  Mereka  menggunakan berbagai alat dan bahan yang mereka miliki. Mereka mencari ke sumber belajar lain (youtube)  untuk memecahkan masalah jika ternyata air yang disaringnya belum jernih. Bahkan terlihat beberapa kelompok membuat beberapa kali rancangan desainnya dan membongkar ulang supaya berhasil.

5. Menguji Hasil Projek (presentasi Projek)

Murid diminta untuk mempresentasikan hasil produknya melalui berbagai cara yang dipilih, Ada yang menggunakan video ada juga yang langsung mengerjakan di sekolah saat ada jadwal masuk. .

6. Evaluasi dan Refleksi

Penilaian yang dilakukan adalah penilaian produk dan penilaian sikap. Penilaian produk kerapihan produk, ide bahan yang sesuai, keberhasilan hasil penyaringan. Penilaian sikap adalah kerja sama dan kemampuan komunikasi Dari berbagai kelompok di berikan umpan balik positif baik oleh guru maupun oleh teman lain agar airnya menjadi jernih.  Mereka diminta untuk membuat refleksi apa yang mereka rasakan, alami dan bagaimana menerapkan di kehidupan nyata mereka di rumah atau sekolah masing-masing.  Pengalaman belajar murid  selama pelaksanaan model pembelajaran project based learning antara

  1. Murid  diajak untuk peduli terhadap masalah masalah di lingkungan sekitar dalam kehidupan mereka sehari hari, berlatih untuk peka pada lingkungan,

  2. Belajar mencari pertanyaan esensial, peserta didik berlatih berpikir logis, kritis, dan detil , berpikir tentang detail pekerjaan yang harus dilakukan, 

  1. berfikir asosiatif yakni menghubungkan satu aspek pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, berpikir tentang urutan waktu, belajar membagi tugas sesuai minat 

  2. inisiatif peserta didik untuk mengarahkan sendiri dalam belajar, berusaha mencari sumber informasi dan pengetahuan,

  3.  Murid  mencoba cara kerja sesuai pemahaman mereka, saling berdiskusi dan bekerjasama, dan belajar dari kesalahan untuk kemudian memperbaikinya sendiri

7. Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan dan refleksi) aksi Anda.

Perencanaan : Pengenalan masalah Tentang pemisahan campuran


Pelaksanaan : Murid melakukan projek dirumah dan mendokumentasikan hasilnya 

Praktek pembuatan penyaring air sederhana


Presentasi : memilih ada yang membuat video ada yang membawa projeknya untuk presentasi di depan teman sekelasnya dan mendapat masukan serta umpan balik.


  1. Testimoni dari murid tentang belajar yang menggunakan metode PjBL (anak anak menyebutnya praktek)  bersama ibu Ida 

TESTIMONI MURID


Comments